Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

warna-warni yang hilang


hilang..
dulu yang aku rasakan hilang..
musnah tak berbekas..

warnaku yang indah hilang..
bukan berarti mati..
hanya berubah warna baru..
lebih seru..

ini tentang warna yang hilang..bukan tentang hidup yang mati..
hilang kala itu,
seru serontai bercumbu hilang..

hilang..

kini warna hidup berganti..
ceria entah merona..

segala hal yang ada berubah..
dulu warna indah untuk seoorang laki-laki..
kini warna terindah untuk seorang ayah..

hilang..
bukan ku ingin warnaku kembali..
hanya sebuah cerita tentang warna yang hilang..

bukan berharap warna itu kembali..
hanya meriindukan warna yang hilang..

bukan warna kenagan yang hilang..
tapi warna kehidupan yang berubah..

hemm celoteh ria berbagi sesama..
kini yang hilang hanya warna..
bukan kehidupan untuk nyata...

Jumat, 27 Mei 2011

IBU


ranum senyum indah penuh kasih..
hangat pelukan cinta suci..
lembut belaian hangat mu ibu..
sujuta rasa kau berikan untuku..

petang tak kau hiraukan,
dingin tak kau rasakan..
gelap kau anggap peristiwa..
hanya untuk berikan rasa cinta untuku..

ibu...
tak pernah berhenti kau bekerja dirumah..
berika nyaman unttuk kami anakmu..
ibu...
darahmu kau berikan untuku..
demi riang anak-anakmu..

ibu..
sejuta aroma wangi kau sebarkan di seluruh anakmu..
tulang tak kau anggap bagai tulang..
berikan warna hidupmu untuku ibu..

tak ijinkan nyamuk menyentuhku ibu..

kau hadirkan warna riang untuk kami.
hingga tuamu kau abdikan untuk anakmu..
wahai ibu...
tak kan pernah mampu kami untuk mengganti jasamu ibu..
tak pernah minta imbalan dari ku..
wahai kau ibu..

hanya kasih dan cinta yang kau tahu..
hanya rindu yang kau berikan untuku,,
hingga senjamu nanti..
kau berikan cerita rindu untuk ibu..

wahai pejuang tanpa jasa..
ucapan kasiihku untuk mu ibu...
maafkan aku yang pernah ikuti perintahmu ibu...

Minggu, 08 Mei 2011

Sang Miskin Yang Ingin Belajar



kisah di sebuah kisah..
alur cerita tanpa skenario pemberitahuan..
hanya melakoni untuk ditindaki..
tak mengenal kasta maupun cerita..

keinginan untuk bisa mencoret..
coretan sebuah makna keharusan..
tuntutan ijazah untuk bisa bermuka..

hemmm...makna kata yang sulit dicerna, namun bisa..
inilah kisah miskin ingin pintar..
habiskan tenaga untuk sebuah coretan..
bukan sebuah cerita namun nyata adanya..

taruhan akhirat di meja judi jadikan inti kehidupan..
berjalan meniti pahitnya hidup.
untuk sebuah kata belajar..

mengenal pahitnya kehidupan, namun semata hidupkan sang cita-cita..
cita-cita mulia untuk masa depan.
orang ua jadikan taruhan..
hingga di ujung telinga masih terngiang..untuk tetap bisa berjalan..
melnjutkan tentunya..

akulah sang jantan..meniti jalan untuk bisa pintar,
meski harus dengan uang haram..
akulah sang cita-cita..
yang tetap setia..
utuk ku kejar..

tak hiraukan pahitnya kehidupan,
ku tahan hingga sekarang , demi sebuah inti kehidupan..
aku ingin pintar, aku juga tak ingin uang haram..

tapi inilah kenyataan..yang harus ku kejar meski nikmati uang aharam..

aku tak ingin dan menginginkan..
yang ku ingin sebuah pendidikan,,,

walaupun di balik layar..aku tetap berhutang..
padamau wahai Sang Ayah..

niat dan tujuan bukan untuk terus haram..
namun cita-cita memaksa untuk berbuat..
akulah yang ingin pintar...
meski lewati uang haram..

cerita sang miskin ingin pintar..
lewati uang haram..
lakoni kehidupan yang menyakitkan..
tapilah aku sang miskin saat ini..

sebuah harapan besar tertanam..
untuk sebuah mas depan yang panjang..

walau hidup tak kan panjang, namun harapan haus tetap berjalan..

teringat sebuah nasihat sang Ayah...
jadikan pengalaman untuk guru..
guru untuk jadikan sebuah anagan dan harapan..

tak kan ku gadaikan harapan untuk sebuah keinginana...
kan ku cari harapan itu meski lewati uang haram..

akulah sang jantan..
akaulah sang miskin..
akulah pencari harapan..
dan akulah keinginan untuk mentup semuah hutang pada Ayah..

akulah yang ingin pintar..

Sabtu, 16 April 2011

Celoteh Bocah rumahan

sebuh cerita..
Sebuh makna dalam kisah...
Hari sebuah ungkap..untk suatu kata..
Jerit sebuah makna untk peristiwa,

nyanyian fales dari semua kisah..

Sebuah cerita..
Ungkap tabir nyata dalam sunyi..
Tak tentu arah untu dinyatakan..
Hanya sebuah tulisan untk satu makna...

Inilah celoteh anak dungu..
Ceritakan nasib anak rumahan..
Tak berharap gemuk karena dirumah..
Hanya belajar pintar dari rumah..

Akulah anak rumahan..
Belajar tau meski buntu..
Ingin pintar meski tak mampu...

Akulah sang anak rumah..
Satu makna dalam sebuah kata..
Sejuta cerita untuk satu kata..

Akulah sang pembantu..
Bukan dari rumah..
Namun dari tapi dari keinginan...

Akulah yang inginkan sukses karena cerdas..

Tak hanya dirumah..
Disinipun aku inginkan....

Jumat, 01 April 2011

Detik Kebahagiaan Waktu Itu


Tabir pagi mengumandang..
Sejukan jiwa yang rapuh karna bimbang..
Dengung pagi belum juga hilang…
Berteman manusia yang bimbang…

Menunggu detik hadirnya anak Adam yang akan datang..
Doa dan harapan senantiasa yang ku panjatkan..
Untukmu wahai sang anak keturunan adam..

Jadikan hidup dan harimu penuh dengan kesabaran..
Hantam dan tinju kesombongan..wahai bocah..
Tundukan kepalamu untuk setiap umat..

Ketika terik sang raja siang di atas..
Tangis rona pertamamu terdengar..
Bergetar seketika sekujur tubuh..
Syukur dan harapan terserit seketika..

Wahai bocah..
Degar pesan yang kau bawa ke dunia..lakukan yang terbaik dan baik..
Bungkam ungkap celoteh pahitmu..
Lihat sang ayah dan ibu…
Maaf hanya doa untukmu wahai anakku..
Bersandinglah dengan kebaikan wahai bocah.
Tinggalkan segala congkak dan nafsu butamu wahai anakku..
Wahai anakku…

Dengar rintihan sekililingmu..
Rengekan anak adam yang haus akan angan kebohongan..
Jadikan hidupmu adalah langkahmu…

Inilah abadikan sebuah cerita untukmu wahai anakku….
Cium dan dengar rangkaian hidup ini..
Untukmu kelak kuwarisi doa yang indah untukmu…

Belalang Tua


Kemarau berlalu..
Siang jadikan malam yang dingin…
Yang muda berubah menjadi untuk si tua..
Ayunkan dan tinggalkan segala rasa..
Bagi yag muda..

Lakukan dan jadikan yang terbaik..
Bagi yang tua..
Hiasi lagu merdu untuk nanti yang tua..
Tanamkan senyum yang indah untuk esok..

Jadikan lagu untu sebuah senyum..
Senyum indah untuk sang tua..
Mungkin kini waktunya…
Sang tua tinggalkan sang muda..

Meski bukan umur untuk sang tua..
Hanya waktu yang cepat untuk sang muda..
Belalang tua…
Belalang muda..
Hanya bisa melompat dan melompat…
Dan tetap melompat…untuk mencari rumput hijau..
Belalang tetaplah belalang…hanya muda menjadi tua…dan tua nantinya tiada

Sang Pemilik Cinta


Catatan terindah untuk mantan kekasih…
Penantian yang panjang kala itu..
Kini bersanding manis temani langkah hidupku..
Dengan celoteh bocah menemani..

Banyak ucapan dan pertanyaan..
Siapakah dia..
Kelak yang bersanding untuk ku…
Siapakah sang mantan itu..
Sang pemilik cinta ini..

Siapakah wajah itu..
Yang nanti menjadi pemilik cinta ini…

Sebuah puisi untuk sang mantan..
Untaian kasih penasaran kala itu..
Dan mulai terjawab waktu ini..

Kamulah sang mantan..
Yang berhak daptkan dan miliki cinta itu..
Hanya celoteh diwaktu malam…
Untuk berikan kecupan..
Selalu untukmu sayang……